Senin, 09 Agustus 2010

Sistem Online, Urus SKCK Kian Mudah

Sistem Online, Urus SKCK Kian Mudah
Ditulis oleh Redaksi , Rabu, 26 May 2010 09:45
BATAM CENTRE (BP) - Warga Batam yang ingin mengurus Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) akan semakin mudah. Pasalnya Pemko Batam dan Poltabes Barelang telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk pengurusan SKCK secara online.
Kabag Humas Pemko Batam Yusfa Hendri mengatakan, Kamis (27/5) di Nagoya Hill, Wali Kota Batam Ahmad Dahlan dan Kapoltabes Barelang akan me-launching SKCK Online. ”SKCK online ini sangat bermamfaat bagi masyarakat. Karena selain memangkas birokrasi juga menghemat waktu pengurusan,” katanya kemarin.
Untuk pengurusan SKCK Online ini, masyarakat tidak perlu membawa berkas-berkas. Jika pengurusan SKCK telah dilakukan secara online, maka masyarakat tidak perlu lagi melampirkan pas foto, kartu keluarga serta kartu pencari kerja. “Pemko Batam kan mempunyai database kependudukan SIAK. Data ini yang menjadi acuan SKCK online,” tuturnya.
Mekanismenya, lanjut Yusfa, pemohon hanya tinggal datang ke Kecamatan dengan membawa fotokopi KTP dan akan dicocokan NIK dengan database kependudukan yang ada. “Operator di Kecamatan akan mengirimkan data tersebut ke server Poltabes Barelang,” jelasnya. Selanjutnya, tanda bukti dari Kecamatan tinggal dibawa ke Poltabes Barelang. “Di Poltabes hanya tinggal melengkapi dataseperti sidik jari,” katanya. 
Posted on by Ria Saptarika (vie)

Jumat, 30 Juli 2010

img
Ilustrasi (abc)

3 Tipe Remaja yang Rawan Kena Hipertensi



Jakarta, Tekanan darah tinggi umumnya dianggap sebagai masalah orang dewasa. Tapi remaja juga bisa mengalami kondisi ini. Karena itu ketahui apa saja penyebab naiknya tekanan darah pada seorang remaja.

Dikutip dari Mayoclinic, Jumat (30/7/2010) dulu hipertensi pada remaja paling sering disebabkan akibat adanya masalah pada jantung dan ginjal.

Tapi kini penyebabnya bisa bermacam-macam, meskipun belum dapat diidentifikasi lebih jelas. Karena berbagai faktor risiko bisa berkontribusi untuk mengembangkan kondisi ini.

Dr Muntner, seorang epidemiologis di New Orleans melaporkan dalam Journal of the American Medical Association bahwa tekanan darah tinggi atau hipertensi pada remaja mengalami peningkatan dari 1 persen menjadi 5 persen antara tahun 1989-2002.

Setidaknya ada tiga tipe remaja yang rawan kena hipertensi:

1. Remaja yang punya keluarga hipertensi
Tekanan darah tinggi memang cenderung dipengaruhi oleh turunan keluarga. Karenanya jika orangtua atau kakek neneknya memiliki hipertensi, maka faktor risikonya akan lebih tinggi.

Selain itu diketahui bahwa ras Afrika-Amerika lebih sering terkena hipertensi pada usia yang lebih muda dibandingkan dengan ras Kaukasia.

2. Remaja bertubuh gemuk
Kelebihan berat badan atau obesitas bisa menyebabkan hipertensi karena membutuhkan jaringan yang lebih banyak untuk membawa darah, oksigen dan nutrisi.

Karena volume darah meningkat, maka tekanan pada dinding arteri juga meningkat. Saat ini makin banyak remaja yang kurang melakukan aktivitas fisik yang membuat obesitas banyak terjadi pada kaum remaja.

3. Remaja dengan pola makan yang buruk
Sebagian besar remaja punya pola makan sembarangan dan jarang sekali yang mau mengonsumsi makanan sehat dan seimbang. Remaja lebih memilih junk food atau makanan yang mengandung kadar natrium tinggi.

Padahal kadar natrium yang tinggi membuat tubuh menarik air lebih banyak, kondisi ini dapat meningkatkan tekanan darah. Selain itu kurangnya asupan vitamin D juga mempengaruhi, karena kalium yang cukup bisa membantu menyeimbangkan jumlah natrium di dalam sel.

Perubahan hormon yang terjadi pada remaja juga turut mempengaruhi risiko tekanan darah tinggi. Perubahan hormon yang ada termasuk lonjakan dalam hormon seks testosteron dan estrogen. Namun efek dari perubahan hormon ini belum bisa dipahami sepenuhnya.

Vera Farah Bararah - detik Health

Senin, 26 Juli 2010

Beberapa kegiatan Masjid Raya Batam

Beberapa kegiatan Masjid Raya Batam

  Untuk meyambut Bulan suci Ramadhan 1431H ,,Semoga di tahun ini Kita mendapatkan Ampunan Dari NYA ....Amin.

Sabtu, 24 Juli 2010

Catatanku - Melly feat baim cilik(HD)

(Perubahan) sekarang masa kita menjadi lebih dewasa menghadapi sesuatu dengan kepala dingin walau hati kian memanas ,,kedewasaan seseorang kan bertambah dikala dia merasakan tuk berpikir menjadi seorang pria,, bukan lagi seorang cowok karna pria kan menjadi kepala rumah tangga bagi anak dan terutama istri nya ,,jadi lah pria yang sejati...

Melly goslow feat Baim - Catatanku [ inbox ]

(Perubahan) sekarang masa kita menjadi lebih dewasa menghadapi sesuatu dengan kepala dingin walau hati kian memanas ,,kedewasaan seseorang kan bertambah dikala dia merasakan tuk berpikir menjadi seorang pria,, bukan lagi seorang cowok karna pria kan menjadi kepala rumah tangga bagi anak dan terutama istri nya ,,jadi lah pria yang sejati...

Kamis, 22 Juli 2010

Bencana di balik bencana

Bencana di balik bencana
di ambil dari Angkirang harian jogja
Selain berita seputar perhelatan sepak bola sejagad yang digelar di Arfi ka Selatan, negeri ini juga sedang dihebohkan oleh kasak-kusuk tentang video porno mirip artis. Pihak-pihak yang terkait dengan video itupun sudah diselidiki bahkan ada yang sudah mengakui dan menyesal di depan publik. 

Apapun keputusan hukum nanti, kasus ini tentu merupakan sebuah bencana. Karier yang sedang bersinar bisa tiba-tiba redup. Konon, Ariel begitu tertekan, stres dan berat badan turun. Konon, di berbagai tempat mereka yang dianggap terlibatpun, dilarang tampil publik. Padahal mereka hidup dari tampilan publik itu. 

Sekali lagi, bencana! Tetapi bencana apa yang sebenarnya terjadi di negeri ini? Saya teringat akan sebuah pementasan teater Mandiri pimpinan Putu Wijaya di Taman Ismail Marzuki Jakarta. Tema yang diangkat kala itu berjudul: Setan, Zetan, Pahlawan. Dikisahkan pada awal cerita, ada satu setan besar. 

Agak lucu bahwa setan yang begitu besar itu mengenakan seragam SD: baju putih dan celana merah berdasi kupu merah. Lebih lucu lagi, setan besar itu keliling panggung mengendarai sepeda mini. Ia berkeliling sambil membawa meja lipat seperti yang biasa dipakai anak-anak TK. 

Mau apa dia? Ternyata setan ini sedang sibuk mencari sekolahan. Ia pun lalu masuk suatu kompleks sekolahan dan menjumpai seorang guru, lalu memintanya untuk mengajar. Sang Guru pun terhenyak. zaman apalagi ini, ada setan mau sekolah. Oo alamak! Guru itu menolak, dengan alasan bahwa ia hanya bisa dan hanya biasa mengajar manusia dan bukan setan. 

Tetapi Zetan itu tidak mau ditampik. Ia lalu menujukkan kekuatannya di atas panggung. Ia mengancam, mengamuk dan menerkam sang guru. Guru itu menyerah. Dan si Zetan sekali lagi berkata: "Guru, ajari aku!" Gurunya bertanya, "Kamu mau belajar apa? Matematika, fisika, geografi atau agama?" "Bukan!" jawab setan 

"Saya ingin mempelajari pelajaran ‘budi pekerti’. Nah hebat kan, setan mau belajar budi pekerti dan sopan santun. Baik, pelajaranpun dimulai. Si setan diajar bagaimana berperilaku sopan, diajar bagaimana bersikap jujur kepada sesama manusia (sesama setan, tentunya) dan sebagainya. 

Akhirnya pelajaran selesai dan setan itu diharuskan mengikuti Ujian Nasional. Dia lulus dan menjadi bintang kelas, rangking satu. Zetan pun minta ditugaskan oleh Sang Guru. Sang guru lalu mengacungkan telunjuknya sambil berkata: "Baik, sekarang pergilah kau ke Indonesia!" Si setan lalu bertanya lagi, "Mana itu Indonesia?" "Oh gampang" jawab si guru. 

"Pergilah ke suatu tempat dimana sekarang sedang digelapkan dengan debu gunung berapi, dihangatkan degan awan panas, dibasahi dengan banjir, dikotori dengan lumpur panas dan digoncang- goncang oleh gempa, itulah Indonesia!" 

Mendengar itu si setan protes, "Guru, bukankah ijasahku adalah ijasah budi pekerti? Aku bukan arsitek dan bukan insinyur yang bisa membangun kerusakan!" Kenapa aku diutus pergi ke tempat yang banyak gempa? "Benar" jawab si guru. 

"Kamu harus tahu bahwa bencana yang sesungguhnya terjadi di Indonesia bukanlah rumah yang roboh, bukan bangunan yang hancur, dan mayat yang berserak. Bencana yang sesungguhnya adalah kehancuran moral bangsa! Pergilah kesana dan ajari mereka budi pekerti" 

Cerita ini mau mengatakan apa? Cerita ini mau mengajak kita untuk melihat bahwa sebenarnya ada bencana di balik bencana. Dan dimanakah Allah? Berefl eksi atas bacaan itu, kita disadarkan bahwa Allah menekankan bahwa moral baik akan membimbing kita dalam keselamatan.



Rm. C. Yan Priyanto, SJ
Rohaniwan & Pendidik
di Kolese Le Coq
Nabire

Selasa, 06 Juli 2010

Guyonan Angkringan

guyonan ala Angkringan (Jangan jadi bangsa telmi)
Minggu, 04 Juli 2010 10:27:59


“Wah, pesta bola berakhir seminggu lagi ya... Selesai sudah hiburan bermutu di televisi, lha acara liyane ki jan njelehi kabeh je...” ujar Dadap dengan nada lesu.

Namanya juga pesta, pasti ada selesainya juga ta, Dap... mosok, pesta kok terus-terusan... Bisa bikin rugi para pengusaha...” sahut Suto yang malam itu datang agak larut malam di angkringan Pakdhe Harjo.

“Lha kok bisa rugi, Kang Suto... Apa hubungannya... wong pesta bolanya jauh di sana, di Afrika Selatan, perusahaannya di sini... Rak dhong aku, Kang...” Dadap menimpali.

“Bagaimana tidak... Karena pada sering begadang nonton bola, bangunnya kesiangan. Berangkat kerja telat, di kantor dha nglentruk kaya pitik thelo... Kan produktivitasnya jadi berkurang, bisa merugikan perusahaan ta...” Suto terpaksa njlentrehake sebab-musabab tersebut.

“O... begitu ta... tapi Kang, mbok ndak ada Piala Dunia pun, teman-teman juga sering telat datang di tempat kerja, dan sering pada ngelentruk di tempat kerja... Itu gejala apa ya,” Dadap mencoba berargumentasi.

“Bicara soal produktivitas, SDM kita memang kalah kok dibandingkan dengan pekerja di China dan Vietnam. Mereka lebih sigap dan giat bekerja, tidak nglelet seperti pekerja kita pada umumnya,” Suto memaparkan.

“Mosok begitu ta Kang... makanya tidak heran ya kalau kemajuan ekonomi mereka lebih pesat ketimbang kita... Kalau begitu, bahaya no, bagi bangsa kita, karena akan semakin ketinggalan dari tetangga kanan-kiri...” tanggap Dadap.

“Wooh, itu belum apa-apa Dap. Nanti, mulai 2015, persaingan di antara bangsa-bangsa di Asia Tenggara akan makin kenceng lho, karena mulai tahun itu kan diberlakukannya penggabung an ekonomi alias penggabungan pasar Asean beserta segala konsekuensinya,” ungkap Noyo.

“Memangnya kenapa kalau ekonomi Asean digabung, Kang Noyo... Buat kami-kami rakyat kecil ini, apalah artinya penggabungan pasar itu... Sik penting, Pasar mBeringharjo masih ada ya ndak masalah... Yang masalah itu kan tadinya enak-enak jualan di Pasar Ngasem, eh pasare dibubarkan...” tutur Dadap sekenanya.

“Lha kamu ini ndak pernah mbaca koran kok Dap. Dengan penggabungan ekonomi Asean, berarti tukang batu dari Filipina boleh bekerja di Indonesia, tukang kayu Malaysia bebas bekerja di Jakarta, bakul gudeg dari Jogja leluasa berjualan di Singapura, dan sebagainya...” Suto membantu menjelaskan.

“Masalahnya, Dap, kalau tukang-tukang dari negara tetangga itu bebas bekerja di tanah air kita, mau dikemanakan tukang-tukang kita yang keterampilannya mungkin kalah ketimbang rekan sejawat mereka dari negeri jiran itu... Belum lagi tenaga profesional seperti bankir, dokter, pengacara, dan sebagainya bebas bekerja di masing-masing negara anggota Asean... Ini ancaman bagi kita Dap,” kata Noyo.

“We lha, kok ngeri banget begitu, Kang... Lha kok pemerintah kita membolehkan... Apakah pemerintah kita tidak mikir bahwa bangsanya belum sepintar dan seterampil bangsa lain... Mana sekolahan sekarang ini mahalnya setengah modar, banyak anak-anak dari golongan tak mampu tidak sanggup bersekolah...” ujar Dadap sambil ngampet amarah.

“Itu kan keputusan yang sudah dilakukan oleh pemerintah kita selama bertahun-tahun silam, yang ketika itu merasa sok tahu bahwa masyarakat kita pada tahun 2015 nanti diimpikan sudah maju... Eh, ternyata sekarang ini semuanya malah jadi serba sulit... Apa-apa mahal... Ini yang tidak diperkirakan oleh para pejabat kita...” Noyo menambahkan.

“Mungkin tidak semenakutkan itu ya kondisinya nanti... Sebenarnya, masih ada waktu sekitar lima tahunan bagi Indonesia untuk menyiapkan segala sesuatunya menyambut penggabungan ekonomi Asean itu... Jadi, jangan hanya bersedih dan menggerutu...” kata Suto.

“Itu terjadi gara-gara bangsa kita ini telmi kok, Dap... Bereaksinya setelah ancamannya menjadi kenyataan,” kata Noyo.

“Apa itu kang telmi...” Dadap bertanya penasaran.

“Ya seperti kamu itu...telat mikir, ha ha ha...” Noyo tak sanggup menahan cekakaan-nya.

di kutib dari=

Oleh Ahmad Djauhar
KETUA DEWAN REDAKSI HARIAN JOGJA